1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan seorang prajurit gugur dalam ledakan Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat , Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. TNI AD menyampaikan duka atas insiden kecelakaan kerja ini.
Donny mengatakan, berdasarkan laporan awal yang diterima, insiden terjadi saat personel melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi di salah satu gudang penyimpanan. Dalam peristiwa tersebut, satu orang personel gugur, empat orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya mengalami luka ringan.
"TNI Angkatan Darat turut berdukacita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Gupusmu II Puspalad. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas serta mendoakan seluruh korban yang saat ini masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan dan dapat pulih kembali seperti sediakala," ujar Donny dalam keterangan yang diterima, Kamis .
Donny mengatakan satuan segera mengevakuasi semua korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat. Menurut dia, satuan juga melaporkan kejadian tersebut secara prosedural dan berjenjang.
Dilansir detikJatim, ledakan terjadi di gudang amunisi TNI di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Informasi yang dihimpun menyebutkan sejumlah anggota TNI mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.
Ledakan tersebut terjadi pada Kamis . Pantauan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Caruban Madiun, sejumlah anggota TNI tampak menjalani perawatan.
Di rumah sakit itu juga terlihat banyak anggota TNI hilir mudik, termasuk personel intelijen Kodim Madiun.
Sebelumnya: Prabowo: Kita Butuh Uang untuk Pelayanan Kesehatan, Gaji Guru, hingga Sekolah
Selanjutnya: MBG Aktif Lagi, Polisi Uji Food Safety untuk Menjamin Mutu Makanan di Pamekasan
Artikel Terkait
- KPK Temukan Uang, Valas hingga Perhiasan Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Etik
- Cerita Warga Terbantu oleh Yanduan Propam Polri: 2 Hari Masalah Selesai
- Dulu Haram, Kini "PNS" di AS Boleh Instal TikTok Lagi
- MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Terus Jaga Integritas
- Terlibatnya FBI dan Secret Service dalam Kasus Febrie Adriansyah, Ternyata Ini Perannya
- Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
- Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya
- Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk
