Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki

Rini menyebut, jarak antara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dengan TPA Benowo tidak berdekatan. Oleh karena itu, dia memperkirakan tidak ada flare yang masuk ke sana.
"Makanya saya kan juga bingung, masak flare, tempatnya jauh (TPA Benowo dengan Stadion GBT). Saya enggak tahu jaraknya, nanti salah," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Rini, salah satu yang menyebabkan kebakaran cepat membesar adalah angin kencang. Namun, pihaknya masih mendalami terkait awal munculnya titik api.
"Iya (masih diselidiki penyebabnya). Memang awalnya kecil, anginnya sangat besar cepat merambat, untuk memastikan terkait flare saya belum tahu, pastinya kita belum tahu juga," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang DPKP Surabaya, M. Rokhim mengatakan, kebakaran tersebut melanda TPA Benowo pada Minggu (19/7/2026) malam.
“Terima beritanya pukul 18.49 WIB, api pokok padam 21.05 WIB, pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif 23.58 WIB,” kata Rokhim, ketika dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Rokhim menyebut, total kendaraan yang diberangkatkan ada 8 unit, yakni 2 Unit Tempur Pos Pakal, 1 Unit Tempur Pos TOW, 2 Unit Tempur Rayon 5 Margomulyo, 1 Unit Tempur Rayon 2 Tambak Rejo.
“Terus 1 Unit Tempur Pos Lakarsantri dan 1 Unit Tempur Rayon 3 Rungkut. Lalu ada bantuan 15 unit tangki air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan 7 alat berat ekskavator,” jelasnya.
Sedangkan, kata Rokhim, ketika petugas tiba di lokasi, kobaran api tersebut sempat meluas. Akhirnya, pihaknya melakukan lokalisasi sebelum melakukan proses pemadaman.
“Luas keseluruhan (TPA Benowo) 10 hektar, kalau luas yang lahan terbakar kurang lebih 900 meter atau Blok B sisi selatan, tumpukan sampah. Korbannya nihil,” ujarnya.
Sebelumnya: Tekanan Ban Truk 200 Psi: Ancaman Serius Bagi Pengendara Motor
Selanjutnya: Peredaran Narkotika Kerap Sasar Pelajar, Polres Jakpus Pasang Barcode Aduan Anonim di Sekolah
Artikel Terkait
- Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Pasar Telaga Ngebel Ponorogo
- Bukan Jadi Siomay, Ikan Sapu-sapu Diolah untuk Pakan Maggot di Jakbar
- Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi
- Bupati Sukoharjo Pakai Hasil Peras Anak Buah buat Renovasi Rumah dan Beli Mobil
- Ngeri! Ular Sanca 'Nangkring' di Kamar Mandi Bikin Panik Warga di Bogor
- Blibli Gelar Promo 15 Tahun, Belanja Lebih Hemat Sesuai Kebutuhan
- Menkum: Tarif Lepas WNI Hanya untuk 300 Orang, Apa yang Perlu Kita Resahkan?
- Awasi Kasus Febrie, Komisi III DPR Terus Dukung Kerja Kejagung
