Ratusan Mitra MBG Brebes Beroperasi, BGN Dorong Pengelolaan Sampah Maggot

Pembentukan Formagi dan Penggerak Ekonomi Daerah
Arya mengungkapkan, para mitra SPPG MBG telah menggelar ajang rembug formasi di Hotel Anggraeni Brebes pada Sabtu (18/7/2026) yang menghasilkan pembentukan wadah asosiasi resmi. Menurutnya, forum ini menjadi sarana vital koordinasi antarmitra agar pelaksanaan MBG berjalan selaras dengan visi nasional di tengah dinamika regulasi.
Ia menekankan bahwa kucuran anggaran Program MBG tidak sekadar memberi dampak gizi bagi para siswa dan penerima manfaat, tetapi juga menjadi stimulan ekonomi kerakyatan secara masif.
Pengalokasian anggaran belanja bahan baku terbukti mampu menggerakkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, peternak, hingga nelayan lokal. Di sisi lain, anggaran operasional dapur turut membuka lapangan kerja baru bagi para relawan setempat.
"Insentif itu tidak digunakan untuk keuntungan pribadi saja. Ada kegiatan santunan anak yatim, kemudian ada pengelolaan lingkungan," katanya.
Olah Sampah Dapur Jadi 1 Ton Maggot
Arya mengapresiasi terobosan sejumlah yayasan mitra di Brebes yang menyisihkan sebagian dana insentif untuk aksi sosial dan pelestarian lingkungan hidup. Salah satu program unggulan percontohan yang dikembangkan adalah sistem pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot.
Proyek percontohan olah limbah dapur MBG ini terbukti sukses dan kini sanggup memanen sekitar satu ton maggot dalam sekali siklus panen. Ke depan, hasil budidaya maggot akan diintegrasikan dengan sektor pertanian dan peternakan lokal.
"Kemudian juga akan diintegrasikan dengan peternakan, pertanian, dan lain-lain. Jadi selain meningkatkan ekonomi, juga ada manfaat untuk perbaikan dan konservasi lingkungan," ujar Arya.
Sementara itu, Ketua Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Brebes, Muhaemin, menjelaskan bahwa pembentukan Formagi bertujuan untuk mempererat soliditas dan pemerataan antardapur SPPG. Wadah ini siap menyelaraskan instruksi pusat sekaligus mengatasi ketimpangan kapasitas layanan dapur MBG.
"Ada dapur yang melayani sekitar 1.000 penerima manfaat, sementara ada pula yang melayani lebih dari 3.000 orang. Melalui forum tersebut, para mitra dapat saling berkoordinasi untuk menciptakan pemerataan layanan," tutur Muhaemin.
Sebelumnya: MUI Minta Pemerintah Susun Aturan Baru Izin Usaha Tambang Ormas Usai Putusan MK
Selanjutnya: Motif Penusukan di Jakbar Terungkap, Dipicu Video Pacar yang Diduga Disebar
Artikel Terkait
- Atlet Golf Jesslyn Wijaya Sempat Teriak dan Melawan Saat Diduga Diculik di Jakpus
- Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup hingga 27 Juli
- Usai Tikam 2 Pemuda di Samarinda, Pelaku Buang Pisau ke Bak Sampah
- Pembebasan Lahan Bendungan Bagong di Trenggalek Capai 97,75 Persen, Sisa 41 Bidang
- Bocah 4 Tahun di Bekasi Tewas Usai Tercebur Sumur 15 Meter
- Janji Shin Tae-yong di Persija Demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
- TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
- Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga
