Prajurit Siswa Meninggal di Rindam I/BB Pematangsiantar, Polisi Militer Selidiki Penyebabnya

Seorang prajurit siswa ditemukan meninggal dunia di Kompleks Resimen Induk Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Rindam I/BB) Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026).
Belum diketahui pasti penyebab kematian siswa pendidikan pertama Tamtama itu.
Namun, jasadnya dibawa ke Ruang Forensik dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Pantauan di Kompleks Rindam I/BB Jalan Argasari, Kecamatan Siantar Sitalasari, mobil Inafis Polres Pematangsiantar tiba sekitar pukul 12.00 WIB.
Tepat satu jam kemudian, iringan mobil Inafis bersama ambulans Rindam I/BB keluar meninggalkan tempat, menuju ruangan forensik RSUD dr Djasamen Saragih di Jalan Vihara, Kota Pematangsiantar.
Tiba di lokasi, jenazah langsung dibawa masuk ke Ruang Forensik oleh sejumlah anggota TNI.
Hingga malam sekitar pukul 21.30 WIB, jenazah masih berada di ruangan instalasi forensik medikolegal.
Respons Komandan Detasemen
Saat dimintai konfirmasi, Komandan Detasemen Polisi Militer I/1 Pematangsiantar Letkol Haru Prabowo menolak memberikan keterangan.
Letkol Haru yang sejak sore di Ruang Forensik itu hanya mengatakan penyebab kematian prajurit siswa itu masih dalam penyidikan.
“Belum, masih dalam proses penyidikan. Nanti ada konferensi pers,” ucap Letkol Haru singkat sambil berjalan meninggalkan awak media.
KOMPAS.COM/TEGUH PRIBADI Foto: Sejumlah anggota TNI berada di ruangan instalasi jenazah Forensik dr.Djasamen Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026) malam.
Tanggapan Keluarga
Sementara itu, pihak keluarga hingga kini belum dapat informasi resmi mengenai penyebab kematian korban.
"Info yang kami dapat (penyebab kematian) masih simpang siur," ujar salah satu keluarga korban saat ditemui di ruang forensik, Senin malam.
Perwakilan keluarga yang datang dari Kota Medan itu mengatakan, korban merupakan prajurit siswa pendidikan Tamtama berinisial JGG (21) asal Nias Barat yang menjalani pendidikan di Rindam I/BB.
Ia mengakui informasi kematian korban telah diketahui oleh pihak keluarga yang berada di kampung halamannya.
Pihaknya pun datang mewakili, sementara jenazah korban masih dilakukan otopsi oleh dokter forensik.
“Kami mewakili keluarga dari Kota Medan. Saya kenal almarhum ini orangnya baik dan pendiam,” ucapnya.
Sebelumnya: Mensos Minta Program Kemensos Lebih Terintegrasi hingga Berbasis Data
Selanjutnya: Zulhas Janji KDKMP Bakal Serap Hasil Panen: Tidak Boleh Petani Dirugikan
Artikel Terkait
- Untuk Pertama Kali, Sinar-X Berhasil Digunakan di Luar Angkasa
- Head to Head Spanyol Vs Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Banyak Menang?
- Kekeringan 2 Pekan, Warga Katulampa Bogor Cuci Baju dan Bersihkan Ikan di Kali Baru
- Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf di Restoran Jakpus Saat Rayakan Ulang Tahun Nenek
- Prilly Latuconsina Liburan ke Kalibiru, Angin Segar untuk Wisata Kulon Progo
- Pengeluaran Gen Z Jakarta Tembus Rp 11,9 Juta, PayLater Jadi Penolong atau Beban?
- Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri
- Berbagai Tanda Tubuh Kurang Tidur yang Sering Tak Disadari, Termasuk Naik Berat Badan
