Miris, Pria Bawa Bayi Kepergok Mau Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar

Seorang pria kedapatan diduga hendak mencuri sejumlah produk kosmetik di minimarket di kawasan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat . Mirisnya, pria tersebut berupaya mencuri sambil membawa bayi yang digendongnya.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam. Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Rahmat mengatakan pelaku mencuri barang-barang tersebut karena faktor ekonomi.
" ekonomi dan korban sudah memaafkan," kata Rahmat, Kamis .
Pelaku sempat diamankan oleh karyawan minimarket yang mengetahui aksinya. Kemudian, pelaku juga sempat diinterogasi oleh karyawan tersebut.
"Karyawan sendiri yang amanin," ungkapnya.
Kedua belah pihak kemudian menyelesaikan permasalahan tersebut. Disepakati bahwa masalah diselesaikan di lokasi kejadian dan korban tidak membawa kejadian itu ke meja hijau.
"Sudah diselesaikan di lokasi dan korban tidak mau meneruskan. Petugas datang pas korban sudah memaafkan," bebernya.
Video ketika pelaku diamankan beredar di media sosial . Pelaku tampak dikelilingi oleh karyawan minimarket dan digeledah.
Sejumlah barang ditemukan dari tangan pelaku. Selain kosmetik, salah satu benda yang dicuri pelaku ialah cairan kumur antibakteri.
Lihat juga Video 'Dapur MBG di Mojokerto Gagal Beroperasi gegara Dijarah Maling':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: PWI Polisikan Hotman Paris Buntut Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak'
Selanjutnya: Polisi Terluka Saat Amankan Maling Motor dari Amukan Massa di Pamijahan Bogor
Artikel Terkait
- Jelang HUT Ke-81 RI, Jalur Terdampak Bencana Sumatera Mulai Pulih
- Ketua Komisi III DPR Dengar Info Ada Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah
- Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
- Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI
- Sampah-sampah Dilalap Api dari Depok hingga Gunung Putri
- Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan
- Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran
- Pengamat: TPA Terbakar Bukan karena Kemarau, tapi Tata Kelola Buruk
