Krisis Air Bersih Melanda 22 Desa di Banjar Kalsel, Sumur Warga Mulai Mengering

Kekeringan mulai melanda Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, akibat musim kemarau yang semakin panjang.
Kondisi tersebut menyebabkan 22 desa di delapan kecamatan mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pihaknya terus mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
"Hingga pertengahan Juli 2026, kami telah mendistribusikan sebanyak 430 ribu liter air bersih," ujar Wasis kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Menurut Wasis, krisis air bersih tidak hanya dipicu oleh musim kemarau, tetapi juga pencemaran Sungai Martapura akibat puluhan ton bangkai ikan.
Kondisi tersebut membuat warga enggan memanfaatkan air sungai karena khawatir kualitasnya tidak lagi layak digunakan.
"Memang ada sebagian krisis air bersih disebabkan kemarau tapi ada juga wilayah yang disebabkan pencemaran Sungai Martapura," ungkap Wasis.
Dampak terparah di desa pesisir
Berdasarkan data BPBD Banjar, kekeringan paling parah terjadi di desa-desa pesisir yang berada di Kecamatan Beruntung Baru.
Di wilayah tersebut, sumur-sumur warga mulai mengering, sementara kualitas air tanah menurun akibat intrusi air laut.
"Di Beruntung Baru itu sumur warga juga mulai kering, sementara air yang tersisa cenderung semakin asin sehingga tidak layak digunakan," tambah Wasis.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Banjar telah menempatkan 82 tandon air di desa-desa yang terdampak krisis air bersih.
Langkah itu dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
"Kami berupaya memastikan warga yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," pungkas Wasis.
Sebelumnya: Terlilit Pinjol, Istri Sakit, Ibu Meninggal: Tekanan Berlapis Peneror Bom SDN Srengseng Sawah
Selanjutnya: KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
Artikel Terkait
- Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Hantam Kamboja 3-0 di Laga Perdana
- Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi
- Mahalnya Piala Dunia 2026, Biaya Parkir Tembus Rp 12 Jutaan
- Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Sah
- Bakal Periksa Bobby Rizaldi, KPK Pastikan Kerja Sama dengan BPK Tak Terganggu
- Wamensos Yakinkan Setiap Siswa Sekolah Rakyat Berharga dan Punya Potensi
- Febrie Adriansyah Punya Dua Status Hukum dalam Kasus yang Sama, Ini Kata Pakar
- Komjak Sebut Penyidik KPK Bisa Dilibatkan Usut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
