Transformasi Pelabuhan Dipercepat, Kemenhub Andalkan Green Smart Port

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pelabuhan sekaligus memperkuat daya saing sektor transportasi nasional.
"Ke depan, tidak hanya transportasi laut, tetapi juga moda transportasi lainnya akan kami dorong untuk menerapkan nilai-nilai ASRI agar transformasi menuju sistem transportasi yang berkelanjutan dapat berlangsung lebih cepat," katanya.
WIKIMEDIA COMMONS/TIKET2 Ilustrasi pelabuhan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Dudy, pengembangan pelabuhan hijau juga selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sistem logistik yang andal dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan distribusi pangan berlangsung cepat, efisien, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pelabuhan memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran distribusi barang, khususnya komoditas pangan.
"Pelabuhan bukan hanya menjadi tempat bongkar muat, tetapi juga simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional. Perannya sangat menentukan kelancaran pasokan, menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan," ujar Zulhas.
Ia menilai transformasi sektor logistik harus terus dipercepat agar mampu menjawab tantangan perkembangan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap penerapan prinsip keberlanjutan, pemerintah kembali memberikan Penghargaan Green and Smart Port ASRI 2026 kepada delapan pelabuhan yang dinilai berhasil mengimplementasikan aspek efisiensi operasional, digitalisasi, tata kelola, dan pengelolaan lingkungan.
Delapan pelabuhan penerima penghargaan tersebut yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas–TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.
Kemenhub mencatat sejak 2019 hingga 2025 sebanyak 41 pelabuhan telah mengikuti asesmen green and smart port, sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi pelabuhan nasional menuju sistem logistik yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Sebelumnya: DPRD Jabar Usukan Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Dedi Mulyadi Ingatkan Potensi Polemik
Selanjutnya: PDI-P Tunggu Jawaban BGN soal Kader Partainya yang Punya Dapur MBG
Artikel Terkait
- Kasus JPO Tendean Jadi Alarm Lemahnya Pengawasan Kendaraan ODOL
- 2 Maling Truk di Bogor Ditangkap Usai 2 Jam Beraksi, Pelaku Residivis
- Harga Pasaran Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
- Deretan Aksi Rasisme di Piala Dunia 2026, Suporter hingga Pemain Jadi Korban
- Heboh Video Rasis, Filipina Protes Keras ke China!
- Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif
- Asa Warga Tanimbar di Balik Proyek Blok Masela Rp 300 Triliun, Harapan Tak Sekadar Cerita
- Febrie Tersangka 3 Kasus Korupsi, Legislator PDIP: Kalau Bisa Hukum Mati
