Penipuan Tiket Kapal Marak di Sikka, Pelni Imbau Warga Beli melalui Kanal Resmi

Edwin mengaku heran lantaran kasus serupa masih saja terjadi. Padahal, Pelni telah menyediakan berbagai kanal resmi untuk pembelian tiket, termasuk melalui aplikasi, perbankan, hingga minimarket.
Menurut Edwin, penipuan ini marak terjadi melalui media sosial, terutama Facebook.
Para pelaku, terangnya, memanipulasi tiket kapal laut yang sudah dicetak, kemudian mengeditnya kembali untuk dijual kepada calon korban.
"Mereka kejebaknya di media sosial, paling banyak itu melalui Facebook,” katanya.
Selain itu, kata dia, modus operandi yang digunakan cukup beragam.
Calo menawarkan tiket dengan harga yang bervariasi, terkadang lebih murah, terkadang sama dengan harga resmi. Namun, pada akhirnya, calon pembeli mendapatkan tiket palsu.
"Ini kertas-kertas itu kan bisa diedit. Mereka menawarkan itu kepada masyarakat. Setelah dicek petugas ternyata barcodenya palsu," jelasnya.
Edwin mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati. Pihaknya menegaskan bahwa Pelni tidak pernah menjual tiket melalui media sosial atau calo.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi yang telah disediakan oleh PT Pelni.
Sebelumnya: TNI AD: Ledakan di Gudang Madiun Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi
Selanjutnya: Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar
Artikel Terkait
- Cara Memilih Produk Vitamin C yang Tepat untuk Kulit Wajah
- Tak Hanya Bantuan Tunai, Pemprov DKI Dukung Mobilitas dan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas
- Wellah Hatta Asal Indonesia Jadi Stage Manager Final Piala Dunia 2026
- Promo On The Weekend Lawson 17-19 Juli 2026, Ada Diskon Camilan hingga Rp 6.900
- Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Pembaruan
- Ramalan 12 Shio Minggu Ini 21-26 Juli 2026, Cek Peruntunganmu
- Biar Tagihan Tak Bengkak, Ini 5 Cara Menghemat Daya Listrik AC
- Gus Ipul Jamin Prabowo Tak Ikut Campur di Muktamar PBNU
