Terjebak Konflik Antarwarga Saat Berkemah di Sekolah, Siswa SMPN 1 Adonara Timur Dievakuasi

Sejumlah siswa SMPN 1 Adonara Timur dievakuasi saat terjadi bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (18/7/2026).
Proses evakuasi dibantu warga setempat. Mereka membantu para siswa naik ke atas kapal.
Suasana haru terlihat saat anak-anak tersebut harus meninggalkan lokasi perkemahan mereka demi keselamatan.
Muhammad Sole Kadir, salah seorang guru, mengatakan bahwa para siswa tersebut berasal dari Dusun Bele, Desa Waiburak.
Ia mengungkapkan, para siswa tersebut sebelumnya mengikuti kegiatan perkemahan yang diselenggarakan di sekolah. Namun, situasi keamanan yang memburuk membuat mereka harus dipulangkan.
“Anak-anak yang sedang mengikuti perkemahan dari Bele terpaksa diantar oleh warga dan para guru melewati jalur laut menuju Bele”
“Semalam kami berkemah di sekolah dan anak-anak terjebak di sekolah di saat situasi konflik, sehingga warga berinisiatif untuk mengantar mereka melalui jalur laut untuk kembali bertemu dengan orangtua mereka di Bele,” ujar Muhammad.
Ia berharap agar konflik yang terjadi dapat segera mereda, sehingga aktivitas pembelajaran di sekolah itu kembali normal.
“Doakan semoga konflik ini segera berlalu sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah dengan baik,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, konflik antarwarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak kembali pecah, Sabtu (18/7/2026).
Sebanyak dua orang tewas dalam insiden tersebut dan dua lainnya mengalami luka berat.
Kepala Seksi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A Kalelado mengatakan, personel gabungan telah diterjunkan ke lokasi bentrokan.
Menurut Eliezer, polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan yang melibatkan warga dari dua desa tersebut.
"Data pasti mengenai korban jiwa maupun kronologi kejadian baru akan dirilis setelah proses olah TKP selesai," ujarnya.
Sebelumnya: Jangan Taruh HP Sembarangan di Tempat Ini agar Tak Cepat Rusak
Selanjutnya: Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik di Jakpus, Ponselnya Terdeteksi di Jakut
Artikel Terkait
- Periksa Bobby Rizaldi, KPK Dalami Pengaturan Audit BPK untuk Muara Enim
- Tolak Barcelona, Nico Williams: Lebih Baik di Athletic Bilbao daripada Menang Banyak Gelar
- 14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih
- Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi
- Trump Ngamuk Asap Kebakaran Hutan Kanada Sampai ke AS, Ancam Kenakan Tarif
- Modus Petani di Kendari Sultra Perkosa Perempuan Disabilitas, Beraksi sejak 2024
- Polisi Ungkap Asal-usul Senpi di Kasus Pengusaha Tewas di St Regis
- Otoritas PFII Berpotensi Picu Celah Hukum Baru dengan OJK hingga BI
