Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara

Kebakaran tersebut bahkan terlihat dari kawasan kejauhan. Asap putih tampak membumbung dari salah satu puncak gunung yang ada di Pegunungan Anjasmoro tersebut.
Agustiningtyas menegaskan, pihaknya menyiapkan beberapa upaya dalam penanggulangan kebakaran di kawasan pegunungan tersebut. Di antaranya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan empat regu pemadam untuk mencari titik api.
”Melakukan pemantauan dari puncak Bukit Cendono oleh satu regu Tahura. Juga koordinasi dengan instansi terkait, mulai dari BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jatim, dan Kepolisian,” kata Agustiningtyas.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menjelaskan bahwa titik api di kawasan Pegunungan Anjasmoro itu pertama kali terlihat pada Selasa, 14 Juli 2026 sore.
Kobarannya saat itu terlihat dari kawasan Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
"Itu terlihat titik api mengepul. Sehingga teman-teman dari Tahura Raden Soerjo, karena ini masuk kawasan hutan konservasi yang ada di bawah Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, itu membentuk tim bersama BPBD terjun ke lokasi,” ujar Rinaldi saat dihubungi Kompas.com, Rabu.
Saat ini, menurut Rinaldi, tim tersebut stand by di Pos Pendakian Bukit Cendono, Kecamatan Pacet, Mojokerto.
Setelah dilakukan pengecekan, titik api diduga berasal dari kawasan lereng Gunung Biru yang bersebelahan dengan Bukit Cendono di Pegunungan Anjasmoro.
”Sementara memang jalur pendakian Bukit Cendono ditutup sementara sampai kondisi sudah aman,” kata Rinaldi.
Dia menyebut, tim pemadam masih memantau kondisi di lapangan, karena titik api cukup sulit dijangkau secara manual lantaran medan yang curam dan terjal.
Menurut Rinaldi, mereka masih berupaya mencari akses dalam memadamkan beberapa titik api yang berkobar di kawasan pegunungan, melalui Desa Kemiri, Kecamatan Pacet atau melalui Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya: Makan Banyak Sayuran Disebut Bantu Memperlambat Penuaan Tubuh, Ini Temuan Studi
Selanjutnya: Beige Flag vs Red Flag, Apa Bedanya dalam Sebuah Hubungan?
Artikel Terkait
- Hino Perluas Layanan di Banyuwangi dengan Diler Baru
- FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, mulai Rp 8 Juta
- Pemuda Madiun Kabur Saat Tur Korsel, Ibunda Ditagih Rp 50 Juta
- Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Praperadilan Lagi, KPK Bilang Begini
- Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Lukulo Kebumen, Ditemukan Pakai 9 Lapis Baju
- Bos Perusahaan Tewas di Hotel Mewah Jaksel Diduga Ada Masalah Sama Istri
- Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
- PWI Polisikan Hotman Paris Buntut Ucapan 'Lu Punya Otak Nggak'
