Anwar Ibrahim Bertekad Usir Warga Israel dari Malaysia

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa setiap warga negara Israel yang ditemukan di Malaysia akan segera dideportasi.
Penegasan ini, seperti dilansir The Star dan Anadolu Agency, Jumat , disampaikan Anwar saat otoritas Malaysia sedang menyelidiki dugaan keterlibatan seorang warga negara Israel dalam operasional sebuah komunitas hunian swasta di negara bagian Johor.
Anwar mengatakan bahwa lembaga-lembaga terkait sedang menyelidiki dugaan tersebut. Dia menegaskan pemerintah Malaysia tidak akan berkompromi jika dugaan itu terbukti benar.
Anwar menegaskan bahwa Malaysia tidak akan mengizinkan setiap warga negara Israel yang terlibat dalam program Network School di Forest City, Johor, untuk tetap berada di negara tersebut. Network School merupakan komunitas teknologi swasta yang mengusung konsep hunian dan pembelajaran bersama.
"Jika ditemukan adanya pelanggaran, tindakan tegas harus diambil," kata PM Malaysia tersebut.
"Jika kita menemukan warga negara Israel, kita akan segera mendeportasi mereka karena Malaysia tidak mengakui Israel," tegas Anwar dalam pernyataannya.
Pemegang paspor Israel pada umumnya dilarang memasuki Malaysia tanpa izin khusus, karena negara tersebut tidak mengakui Israel.
Kementerian Dalam Negeri Malaysia memulai menyelidiki setelah pemerintah negara bagian Johor meminta dilakukannya penyelidikan tingkat federal terkait dugaan yang melibatkan Network School.
Secara terpisah, Departemen imigrasi Malaysia pada Rabu melaporkan bahwa sebanyak 266 warga negara asing yang diperiksa di sebuah komunitas internasional di Forest City terbukti memiliki dokumen imigrasi yang sah.
Simak Video 'Netanyahu Tebar Ancaman ke Iran, Serangan Israel Akan Jauh Lebih Dahsyat':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Memaknai Sensus Ekonomi 2026
Selanjutnya: Berbeda dari Standar Piala Dunia 2026, UEFA Batasi VAR untuk Kasus Simulasi
Artikel Terkait
- Pertalite Langka di Sumut karena Konsumen Pertamax Beralih? Ini Analisis Pengamat
- Polisi Tangkap Lagi 4 Pemerkosa Gadis Sampang, 2 Orang Masih di Bawah Umur
- Pindad Kembangkan Amunisi dari Limbah Kelapa Sawit
- Prabowo: RI Punya Sistem Perlindungan Sosial, Salah Satu Terkuat di Dunia
- Panas! Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, hingga Kuwait
- Satu per Satu Toko Buku Independen Hong Kong Dibungkam, 5 Orang Ditangkap
- 12 Contoh Jawaban Cara Menerapkan Inspirasi untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi PMM
- Kasus Teror Tetangga di Depok Diduga Berawal dari Perselisihan Sejak 2024
