Terima Kunjungan Dubes Houssaini, Megawati Diundang ke Maroko

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini. Dalam pertemuan itu, Houssaini mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko.
Pertemuan digelar di kediaman Megawati, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin . Dalam pertemuan itu, Houssaini mengenang eratnya hubungan Indonesia dan Maroko yang telah terjalin sejak era Presiden Sukarno.
Houssaini mengatakan hubungan kedua negara makin erat setelah kunjungan Sukarno ke Rabat pada 2 Mei 1960. Saat itu, Sukarno disambut Raja Mohammed V.
Untuk mengenang kunjungan tersebut, pemerintah Maroko mengabadikan nama Sukarno menjadi salah satu nama jalan utama di ibu kota Rabat, yakni Rue Soekarno.
"Lokasi jalan Sukarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen. Jadi jalan ini sangat terkenal. Ini sebagai sebuah tanda cinta dari Maroko," jelas Dubes Houssaini. "Terima kasih banyak," balas Megawati sambil tersenyum.
Dalam kesempatan itu, Houssaini juga mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko.
"Saya berkeinginan dan berharap agar Ibu Megawati dapat berkunjung ke Maroko. Kami akan menyiapkan program yang sesuai untuk Ibu Megawati," ujar Dubes Houssaini.
Dubes Maroko mengatakan kedua negara punya banyak kesamaan. Selain itu, kerja sama bilateral dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, ekonomi, budaya, dan pendidikan, telah lama terjalin.
Megawati pun mengatakan banyak pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Maroko dalam bidang studi Islam dan Arab. Selain itu, Dubes Houssaini mengatakan Maroko punya salah satu universitas tertua di dunia yang dibangun pada abad ke-9. Universitas itu dibangun oleh seorang hartawan bernama Fatima al-Fihri.
"Ada beberapa mahasiswa Indonesia yang belajar di sana, terutama di bidang studi Islam dan Arab," jelasnya.
Megawati mengatakan Maroko termasuk negara yang relatif terbuka. Maroko juga setiap tahun memberikan puluhan beasiswa kepada warga Indonesia untuk belajar di Maroko.
"Maroko sebagai sebuah negara muslim relatif lebih terbuka dibandingkan negara-negara Islam di Timur Tengah dan Afrika," kata Megawati.
Megawati menyampaikan keinginannya agar negara-negara di Asia dan Afrika bisa berkumpul kembali dan berperan sebagai kekuatan dunia ketiga.
"Jika pada awal berdirinya hanya diikuti oleh 26 negara, saat ini pastinya dapat diikuti oleh lebih dari 100 negara dari Asia dan Afrika," harap Megawati.
Lebih lanjut, Dubes Houssaini menjelaskan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia pada 2030. Kedua tokoh juga berbincang mengenai green energy, dampak global warming, food security, dan topik hangat yang lain.
Di akhir pertemuan, Houssaini menyerahkan bingkai foto kunjungan Sukarno ke Maroko. Megawati tampak terharu dan menyampaikan apresiasinya atas pemberian tersebut.
Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Ketua DPP Ahmad Basarah dan Yasonna Laoly serta Direktur Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.
Lihat juga Video 'Dubes Arab Saudi Sambangi Megawati di Menteng, Bahas Apa?':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas
Selanjutnya: LBH Jakarta Sebut Admin Akun X "TheKerupuk" Jadi Tersangka UU ITE, tetapi Tidak Ditahan
Artikel Terkait
- Viral Pemotor Tak Pakai Helm Nyelonong Masuk Tol Jagorawi
- Kunci Spanyol Singkirkan Perancis Menurut Pedro Porro: Penguasaan Bola
- Kemeriahan Pelajar dan Emak-emak Sambut Kedatangan Prabowo di Malang
- Ledakan Gudang Amunisi Madiun, Karangan Bunga Berjejer di Kediaman Serda Hengki
- Ada Konser Akbar Monas 2026, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Medan Merdeka
- Lamborghini Sebut Teknologi EV Belum Matang
- Ketum KOI Harap Prestasi Anggie Intania Chalik Picu Kebangkitan Tinju Indonesia
- Sambut Presiden Prabowo, Siswa di Malang Titip Harapan soal Menu MBG
