BI: Likuiditas Perbankan Masih Memadai, Suku Bunga Antarbank Mulai Turun

Kebijakan tersebut juga menopang pertumbuhan uang primer (M0) yang tetap tumbuh dua digit, yakni sebesar 12,8 persen secara tahunan (year on year/ yoy) pada akhir Juni 2026.
Selain melakukan ekspansi likuiditas, BI terus menjalin komunikasi intensif dengan industri perbankan untuk mengatasi hambatan distribusi likuiditas antarbank dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko.
KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Di saat yang sama, BI bersama asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas terkait juga terus mengembangkan pasar uang agar semakin dalam, likuid, dan efisien.
"Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar," ucapnya.
Ke depan, BI akan terus memantau dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, memperkuat stabilitas sistem keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Strategi tersebut juga akan terus diperkuat agar distribusi likuiditas antarbank tetap terjaga sehingga mendukung proses pembentukan suku bunga yang lebih efisien dan meningkatkan efektivitas kebijakan moneter.
Sebelumnya: Mengulik Spesifikasi Tiga Motor Listrik VinFast, Seberapa Tangguh?
Selanjutnya: Viral Penjual Kolesom Jumbo di Jaksel Disebut Beralkohol, Apa Itu?
Artikel Terkait
- Kisah Minos Antoni, Sukses Menyulap Sampah Pantai Pulisan Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah
- Kortas Tipikor: Korupsi Modal Terkait Batu Bara Diduga Rugikan Negara Rp 38,9 M
- Pegadaian Dorong Green Tourism Yogyakarta Lewat Becak Kayuh Listrik
- Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat
- Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia
- Vonis Tiga Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Keluarga Kecewa, Merasa Belum Adil
- Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara
- Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat
