Rapat BPH Migas-Pertamina Patra Niaga, Ketua Komisi XII Sebut Stok BBM Cukup

Ketua Komisi XII DPR, Bambang Patijaya, berbicara mengenai persoalan antrean BBM. Bambang mengatakan pihak Pertamina Patra Niaga telah melapor bahwa kondisi stok BBM berbagai produk mencukupi.
Hal itu disampaikan Bambang setelah rapat bersama BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis . Bambang mengatakan rapat dihadiri 32 anggota komisi dari delapan fraksi, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dan Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman.
"Dapat kami sampaikan bahwa kami mendapat laporan dari Pertamina Patra Niaga bahwa stok BBM dari berbagai macam produk itu jumlahnya cukup, sangat mencukupi di depot masing-masing," kata Bambang.
Bambang mengatakan pihaknya sempat mempertanyakan sejumlah antrean pengisian bensin yang terjadi di daerah. Pertamina, kata dia, menjelaskan antrean terjadi lantaran banyaknya masyarakat beralih ke BBM bersubsidi.
"Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut mungkin disebabkan antara lain karena, pertama, adanya shifting dari pada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spek tinggi non-subsidi beralih kepada BBM subsidi," tuturnya.
Dalam rapat, juga dilaporkan adanya penyalahgunaan BBM subsidi untuk dijual kembali. Dia mengatakan BPH Migas pun akan melakukan kontrol terkait persoalan itu.
"Kemudian juga kami juga mendapat semacam laporan bahwa ada dugaan terjadi penyalahgunaan daripada BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali dijual kepada industri atau mungkin bidang-bidang lainnya," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wahyudi Anas menyebut antrean kebanyakan ada di jalur logistik. Pihaknya bersama Pertamina mengambil langkah agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat.
"Ini penting untuk menjadi dicermati bahwasanya prinsipnya BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga berjuang keras, best effort untuk menyalurkan dan menyediakan BBM seluruh SPBU yang tersebar tersebut," ucap dia.
Wahyudi memastikan antrean akan kembali normal maksimal dalam dua hari ke depan. Dia berharap masyarakat tak panic buying.
"Untuk normalisasi dan paling lama satu sampai dua hari ke depan, insyaallah semua akan terurai dan cukup lancar kembali. Ini hanya masalah panic buying, ini hanya masalah kondisi yang kurang perhatian dari seluruh masyarakat yang sama-sama mengantre di SPBU-SPBU sekitarnya," sebutnya.
Sebelumnya: Pemesanan Chery Q Tembus 3.000 Unit, Ini Bocoran Harga Resminya
Selanjutnya: Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok
Artikel Terkait
- Lalin Macet Imbas JPO Tendean Dibongkar, TransJ Koridor 13 Terlambat
- Kronologi Anjing Husky Diduga Dibacok hingga Bersimbah Darah di Bekasi
- Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
- LBH Jakarta Sebut Admin Akun X "TheKerupuk" Jadi Tersangka UU ITE, tetapi Tidak Ditahan
- Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan
- Resep Nasi Goreng Solaria, Gurih dengan Aroma Wok yang Khas
- Polrestabes Medan Bongkar Modus Sindikat Pemerasan Berkedok Seksual yang Picu Tewasnya ASN
- Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3
