Lalin Macet Imbas JPO Tendean Dibongkar, TransJ Koridor 13 Terlambat

Layanan Transjakarta rute 13B mengalami keterlambatan pada sore ini. Keterlambatan itu dipicu kepadatan lalu lintas akibat proses pembongkaran jembatan penyeberangan orang di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan .
Informasi tersebut disampaikan Transjakarta melalui akun media sosial resminya pada Selasa , yang menyebutkan rute 13B terdampak karena arus kendaraan di sekitar lokasi pembongkaran JPO Tendean mengalami kepadatan.
"Rute 13B mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan adanya pekerjaan pembongkaran JPO di sekitar Tendean sehingga mengakibatkan kepadatan lalu lintas," demikian informasi yang disampaikan Transjakarta.
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk mengantisipasi waktu perjalanan dan memantau perkembangan layanan melalui kanal informasi resmi. Penumpang juga diminta berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pembongkaran.
Diketahui, proses pembongkaran JPO di Jalan Kapten Tendean akibat ditabrak masih berlangsung. Proses pembongkaran JPO berdampak pada kemacetan saat jam pulang kerja sore hari ini.
Dilihat detikcom dari aplikasi pemantauan arus lalin pukul 17.15 WIB, warna merah yang menandakan macet terjadi di simpang Kuningan hingga Simpang Susun Semanggi. Tampak juga kemacetan tersebar di beberapa titik, mulai Jalan Rasuna Said, Jalan Pasar Minggu, kawasan SCBD, hingga Jalan Jenderal Sudirman.
"Untuk arus lalin yang mengalami kepadatan pada hari ini, yaitu Jalan Sudirman-Thamrin dari arah utara menuju selatan, ini masih kita pola pengaturan untuk penarikannya ke selatan," kata Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados saat dihubungi, Selasa .
"Juga keluaran SCBD yang mengarah ke Jalan Suryo itu juga mengalami kepadatan imbas dari evakuasi proses perbaikan atau pembongkaran JPO yang ditabrak oleh truk tadi pagi. Ini masih berlangsung hingga saat ini," imbuhnya.
Lihat Video 'Macet Parah di Sekitar Mampang-Tendean Imbas JPO Dibongkar':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
Selanjutnya: Pemerintah Hapus Tarif Naturalisasi WNA Khusus untuk Kepentingan Negara
Artikel Terkait
- Juara LCC Empat Pilar Papua, SMA YPPK Teruna Bakti Maju ke Tingkat Nasional
- Kasus Korupsi Irak: Emas 375 Kg Disita, Uang Miliaran di Saluran Air
- Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Semua OPD Buka Hotline Aduan Warga
- Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya
- Prediksi Line Up Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026, Skuad Rotasi
- SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah
- 7 Fakta OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Sempat Nobar Bola hingga Sita Ratusan Juta
- Cara Membuat Akun SIAPKerja Kemnaker untuk Pendaftaran Program Magang Nasional 2026
