Biaya Body Repair Mobil per Panel dan Sol-solan

"Kalau cuma satu panel, biayanya sekitar Rp 500.000 sampai Rp 700.000, karena memang hanya satu panel. Tergantung juga tingkat kerusakannya," kata Aldi kepada Kompas.com, belum lama ini.
KOMPAS.com/Gilang Reynaldi, pemilik ACM Body Repair
Menurut dia, biaya per panel biasanya menjadi lebih murah apabila ada beberapa bagian mobil yang diperbaiki sekaligus. Sebab, proses pengerjaan bisa dilakukan secara bersamaan sehingga lebih efisien.
Selain pengecatan satu panel, tersedia pula layanan spot repair atau sol-solan untuk memperbaiki kerusakan ringan pada area tertentu tanpa mengecat satu panel secara penuh.
"Makin banyak panel yang dikerjakan, biasanya harga per panel jadi lebih murah. Untuk pekerjaan sol-solan (spot repair), kami mulai dari Rp 350.000. Harganya bisa lebih tinggi, tergantung berapa banyak bagian yang disol," ujarnya.
Lama Pengerjaan
Selain biaya, pemilik kendaraan juga perlu mempertimbangkan waktu pengerjaan. Durasinya bisa berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan dan jumlah panel yang harus diperbaiki.
Untuk lecet ringan, proses perbaikan umumnya membutuhkan waktu beberapa hari. Namun, apabila kerusakan sangat ringan, pekerjaan bisa selesai lebih cepat.
KOMPAS.com/Gilang ACM Body Repair
"Kalau lama pengerjaan, tergantung tingkat kerusakannya juga. Untuk lecet-lecet ringan, biasanya minimal tiga hari. Tapi ada juga yang bisa selesai dalam sehari kalau kerusakannya memang ringan," kata Aldi.
Sementara itu, apabila hanya satu panel yang diperbaiki, mobil berpotensi selesai dalam waktu satu hari.
Namun, jika kerusakan mencakup dua hingga tiga panel, waktu pengerjaan biasanya bertambah menjadi sekitar tiga hari.
"Kalau satu panel, paling cepat bisa selesai dalam sehari. Kalau dua sampai tiga panel, biasanya sekitar tiga hari. Jadi, semuanya tergantung jumlah panel yang dikerjakan dan tingkat kerusakannya," ujar Aldi.
KOMPAS.com/Gilang ACM Body Repair
Tidak Bisa Buru-buru
Aldi mengatakan, jika sedang penuh pihaknya bisa menolak order dari konsumen.
"Pernah. Bahkan cukup sering kami menolak pekerjaan. Alasannya biasanya karena waktu yang diminta pelanggan terlalu singkat atau kondisi mobilnya sudah terlalu parah," kata Aldi.
Sebab menurut Aldi, perbaikan bodi mobil bukan sekadar menghilangkan penyok atau mengecat ulang panel yang rusak.
Pada kendaraan dengan kerusakan berat, proses pengerjaan melibatkan berbagai tahapan yang tidak bisa dipercepat.
"Kalau kerusakannya berat, proses perbaikannya tidak bisa dipaksakan cepat. Kami harus melibatkan tukang las, tukang ketok, hingga teknisi lainnya. Semua proses itu membutuhkan waktu," ujarnya.
Sebelumnya: Lansia Asal Sragen Terkena Peluru Nyasar Tetangganya, Meninggal Dunia Setelah Dirawat
Selanjutnya: "Jangan Pernah Mendaki Hanya demi Konten" Ini Tips Aman Naik Gunung agar Pulang Selamat
Artikel Terkait
- Jaksa Cecar Anak Buah Eks Ketua Ombudsman soal Atensi
- Di Balik Laporan Ahmadinejad: Pertarungan Narasi Perang Iran
- Cegat Pencuri Motor di Matraman, Tukang Ojek Luka Kena Tembak
- Tinggalkan Motor di TKP Saat Beraksi, Pelaku Curanmor di Bekasi Ditangkap
- Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Status Febrie Adriansyah Masih Saksi, Ini Penjelasannya
- Polisi Bongkar Lab Narkoba Karisoprodol di Jaktim, 2 Pemasok Ditangkap
- Don Ritto Pernah Kelola Restoran deClan Bareng Eks Jampidsus Febrie, tapi Bantah Korupsi
- Iran Kecam Serangan AS Dekat RS Kanker Anak: Barbar!
