Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang. Araghchi menyatakan bahwa serangan AS terhadap "infrastruktur vital" serta ancaman untuk menyerang jembatan dan pembangkit listrik menunjukkan "niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji."
Dilansir Al Jazeera, Kamis , dalam sebuah pernyataan di Telegram, Araghchi menegaskan serangan AS "tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional."
Ia mengatakan serangan tersebut merupakan "kejahatan internasional serius" berdasarkan prinsip-prinsip dasar hukum pidana internasional, termasuk empat Konvensi Jenewa tahun 1949.
Dia juga menambahkan bahwa "semua pemerintah berkewajiban untuk menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan tersebut."
Araghchi turut menuduh para pejabat AS melakukan "retorika yang tidak masuk akal dan ancaman yang jahat." Ia menyebut permusuhan tersebut ditujukan kepada rakyat Iran "karena bersikeras pada kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia mereka."
Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab "tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bahwa mereka bertindak atas perintah atasan."
Sebelumnya, militer Amerika Serikat kembali meluncurkan gelombang serangan terhadap Iran. Serangan terbaru itu menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran.
Dilansir CNN dan Al Jazeera, Kamis , Komando Pusat AS menyatakan bahwa serangan itu menyasar fasilitas militer Iran yang kerap digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.
Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota tersebut. Menara pengawas itu merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.
Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Kantor berita Mehr menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut.
Sebelumnya: Tabrak Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Arah Tanjung Priok, Sopir Truk Tewas Terjepit
Selanjutnya: Kelakuan RX King Lawan Arah di Pakansari Bikin 3 Korban Bergelimpangan
Artikel Terkait
- Harga Emas Hari Ini 19 Juli 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
- Shin Tae-yong Buka Suara Terkait Kondisi Pemain Anyar Persija Jakarta
- LPTQ Tangsel Disebut Dapat Dana Hibah Rp 11 Miliar, Pemkot: Cuma Rp 4,75 Miliar
- Khofifah Telat Hampir 2 Jam ke Pasar Murah, Warga Pamekasan Sabar Menunggu demi Sembako Murah
- Link Cek Desil Kemensos Juli 2026, Cukup Masukkan NIK KTP
- Pengacara Tewas Usai Diduga Loncat dari Lantai 46 Apartemen di Jaksel
- Penembakan di Bar Canggu Bali, Peluru Kenai Sekuriti dan WN China
- Warga Tangkap Pelaku Curanmor yang Bawa Airsoft Gun di Tanjung Priok Jakut
