Nobar Final Piala Dunia Tanpa Khawatir, Ini 4 Tips Jaga Metabolisme dan Kesehatan Hati

Pertandingan final Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Karena ini adalah momen empat tahunan dan bersejarah, maka banyak orang rela begadang demi menyaksikan pertandingan hingga peluit akhir.
Sayangnya, di tengah keseruan mendukung dan menonton tim favorit, camilan tinggi gula, gorengan, dan aneka minuman manis kerap menjadi teman setia.
Tanpa disadari, kombinasi kebiasaan tersebut berpotensi mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko penumpukan lemak di hati (fatty liver).
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Mayapada Hospital Bandung, Lukas Mulyono Samuel, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa konsumsi tinggi gula dan kalori di malam hari membuat metabolisme bekerja lebih berat serta mengganggu pengaturan energi dan lemak.
“Dalam jangka panjang, (kondisi tersebut) dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga fatty liver,” ujar dr Lukas dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).
Selain itu, kata dia, begadang selama rangkaian Piala Dunia 2026 juga dapat mengganggu keseimbangan metabolik tubuh.
“Kurang tidur mengganggu hormon leptin (rasa kenyang) dan grelin (rasa lapar), sehingga memicu makan berlebih. Kondisi ini juga meningkatkan hormon kortisol (stres) yang mempermudah penimbunan lemak, sehingga menaikkan risiko obesitas, diabetes, hingga gangguan fungsi hati,” kata dr Lukas.
Menurutnya, keseruan menonton pertandingan bola tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan. Ia menyarankan beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan selama menyaksikan final Piala Dunia untuk menjaga kesehatan metabolik.
Pertama, pilih camilan yang lebih sehat dan rendah kalori, misalnya buah potong, kacang rebus atau panggang tanpa garam dan gula, jagung rebus, popcorn polos, atau pengganti gorengan, seperti tahu rebus dan edamame.
“Untuk mengurangi kelelahan mata, bisa juga diselingi buah kaya vitamin A, seperti pepaya atau jeruk,” ungkap dr Lukas.
Kedua, perbanyak air putih dan batasi konsumsi minuman manis, seperti kopi saset, soda, dan alkohol.
“Hindari ketergantungan berlebih pada kafein tinggi dari kopi, energy drink, atau minuman bersoda demi menahan kantuk, karena hal itu justru bisa merusak ritme tidur alami tubuh,” tutur dr Lukas.
Ketiga, tetap jaga pola tidur dengan tidak terlalu sering begadang dan memilih laga penting saja.
“Jika memungkinkan, imbangi dengan tidur lebih awal di hari berikutnya agar tubuh memiliki waktu pemulihan yang cukup. Manfaatkan power nap 20–30 menit sebelum pertandingan untuk memulihkan energi,” jelas dr Lukas.
Keempat, hindari bekerja terlalu berat setelah begadang karena dapat menurunkan fokus dan memori.
“Sehari setelah menonton pertandingan larut malam, susun prioritas pekerjaan agar tidak memicu stres atau burn out,” kata dr Lukas.
Pusat layanan pencernaan di Mayapada Hospital
Menjaga pola hidup sehat saat momen-momen seru seperti Piala Dunia merupakan langkah awal yang baik. Namun, memeriksakan kondisi metabolisme dan fungsi hati secara berkala jauh lebih penting untuk investasi jangka panjang.
Sebagai upaya menjaga kesehatan metabolik masyarakat selama menikmati laga final Piala Dunia 2026, Mayapada Hospital menghadirkan Gastrohepatology Center untuk membantu mendeteksi dini dan menangani gangguan saluran pencernaan.
Layanan komprehensif tersebut tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital, mulai dari Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Jakarta Timur, Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung.
Bagi masyarakat yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya, Mayapada Hospital Bandung memiliki pusat layanan khusus, yakni Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC).
Pusat layanan tersebut berfokus pada kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan, termasuk deteksi dini risiko, seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.
LMWC didukung oleh tim dokter multidisiplin dan fasilitas modern, seperti elastografi untuk memeriksa kesehatan hati secara non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik.
Informasi lebih lanjut terkait layanan Mayapada Hospital dapat diakses melalui call center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan aplikasi MyCare.
Jika terjadi kegawatdaruratan, masyarakat dapat menghubungi layanan emergency Mayapada Hospital pada nomor 150990 atau emergency call button di MyCare.
Informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips, sementara fitur Personal Health bisa dimanfaatkan untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, serta body mass index (BMI).
Sebelumnya: Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Pedro Porro Tepati Janji pada Sang Kakek
Selanjutnya: Kejagung Terbitkan Surat Penghentian Pengumpulan Data MBG, Kejati Jabar: Hanya Inventarisasi Jumlah SPPG
Artikel Terkait
- Polisi Selidiki Ledakan di Grand Polonia Medan, Diduga Akibat Pipa Gas Bocor
- Polisi: Tak Ada Keterlibatan Pihak Lain soal Bos Perusahaan Tewas di St Regis
- Kondisi Kamar Ternyata Bisa Ungkap Kualitas Hubungan, Ini Kata Penelitian
- Mahasiswa yang Diduga Dipukul Saat Demo di DPRD Riau Cabut Laporan, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
- 6 Cara Alami Menghilangkan Mata Bengkak, Bisa Dicoba di Rumah
- Kronologi Wisatawan China Tewas di Labuan Bajo, Terbawa Arus Setelah Dihantam Gelombang
- Korupsi Proyek Mini Zoo Purworejo Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar, Tiga Tersangka Segera Disidang
- 10 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Cocok Dipakai di Medsos
