Serangan AS Tewaskan 50 Orang di Iran, 517 Luka-luka

Korban tewas akibat gelombang serangan udara Amerika Serikat yang menghujani berbagai target Iran, sejak akhir Juni lalu, kembali bertambah. Otoritas Teheran melaporkan lebih dari 50 orang tewas akibat rentetan serangan Washington tersebut.
Kementerian Kesehatan Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin , melaporkan pada Minggu bahwa lebih dari 50 orang tewas sejak AS melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut pada 27 Juni lalu. Terdapat lima wanita dan dua anak-anak di antara korban tewas tersebut.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, juga melaporkan bahwa sedikitnya 517 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan AS, dengan 35 korban luka di antaranya merupakan perempuan dan 19 korban luka lainnya adalah anak-anak.
Dia menambahkan bahwa 28 prosedur bedah telah dilakukan terhadap para korban luka.
Dari angka tersebut, sebanyak 468 korban luka di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sekitar 32 pasien lainnya masih menjalani rawat inap.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat beberapa waktu terakhir, setelah Iran dan AS kembali saling melancarkan serangan menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi Teheran.
Selat Hormuz menjadi fokus perselisihan terbaru antara Iran dan AS, di mana kedua negara saling memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis tersebut..
Beberapa hari terakhir, pasukan militer AS menggempur target-target Iran di darat dan lautan, sedangkan Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan militer Washington yang ada di negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Pertempuran yang kembali berkobar ini menggagalkan nota kesepahaman yang mengatur gencatan senjata antara Iran dan AS, yang dimediasi oleh Pakistan dan telah diteken kedua negara pada Juni lalu.
Simak juga Video: Menlu Iran: AS-Israel Tak Bisa Ancam atau Suap Kami!
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Panas! Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, hingga Kuwait
Selanjutnya: Guru SD di Lubuklinggau yang Pukul Siswa Diistirahatkan Mengajar, Tak Lagi Jadi Wali Kelas
Artikel Terkait
- Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar
- Kisah Dedi, WNI yang Baru Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman pada Usia 30 Tahun
- Herdman Sebut Ujian Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF
- 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih
- Ampas Kopi Gayo "Disulap" jadi Kemasan Pangan Ramah Lingkungan
- Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun
- Hari Kelima Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Korban Ditemukan Terdampar di Pulau Balaloho
- AS Lancarkan Serangan Terbaru, Trump Ingatkan Iran Bersikap Baik
