Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang

Herman mengatakan, ruang kelas Sekolah Rakyat di Pamekasan masih terbatas dan harus menunggu pembangunan gedung permanen selesai.
Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan akan digabung dengan siswa dari Bangkalan dan Sumenep.
"Sampang satu-satunya yang memiliki gedung permanen. Di sana akan jadi sekolah satu atap untuk sementara," ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Pamekasan masih tahap pembebasan lahan.
"Sekarang masih proses persiapan. Lahan sudah kita survei. Semoga segera punya gedung permanen sendiri," tuturnya.
Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti membenarkan siswa Sekolah Rakyat dititipka ke Sampang untuk sementara waktu.
"Semuanya memang harus permanen. Untuk sementara memang dititip ke Sampang," ucapnya.
Dia menyampaikan, 30 siswa bisa masuk sekolah rakyat berdasarkan dari penjangkauan dari keluarga miskin. Mereka akan mulai bersekolah sejak 31 Juli 2026 nanti.
Sementara siswa SRMP 29 tahun pelajaran 2025-2026 sebanyak 50 siswa. Mereka dibagi menjadi dua rombongan belajar (rombel) sekarang sudah naik ke kelas 2 di Pamekasan.
Sebelumnya: Prabowo Puji Danantara Pangkas 250 BUMN dalam 18 Bulan: Saya Bangga
Selanjutnya: BERITA FOTO: Keluhan Warga Medan Saat Mengantre BBM
Artikel Terkait
- Maba ITB 2026 Masih Bisa Ajukan Keringanan UKT Semester 1 sampai 21 Juli, Ini Caranya
- Cerita Wartini Sekolah di Usia 55 Tahun demi Menemani Sang Anak Meraih Mimpi
- Dilaporkan Lagi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo: Enggak Apa-apa
- 3 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Yahukimo, 3 Senpi Diamankan
- Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan
- Viral Burung Unta Berkeliaran di Jalanan Buahbatu Bandung Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya
- Delapan Pelabuhan Ikut Asesmen Green and Smart, Dorong Efisiensi Logistik Nasional
- Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 16 Juli 2026, Berangkat dari Palur Pagi hingga Malam
