Kebakaran di Pabrik Sandal Tangerang, 1 Pegawai Alami Sesak Napas

Sebuah pabrik sandal di Kampung Bayur, Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, terbakar. Seorang pegawai pabrik sempat mengalami sesak napas akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan video yang diterima, api terlihat sudah membakar bagian dalam pabrik. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, sejumlah orang sempat berupaya memadamkan api secara mandiri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 17.10 WIB. Hingga saat ini, petugas masih berupaya memadamkan api.
Sementara itu, asap hitam pekat membubung tinggi dan dapat terlihat jelas oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
"Petugas yang dikerahkan sekitar 45 orang," kata Andia, Senin .
Andia membenarkan bahwa sempat ada pegawai pabrik yang mengalami sesak napas. Korban kini telah mendapatkan penanganan dari petugas PMI yang berada di lokasi.
"Iya, ada pegawainya yang panik," ujar Andia.
Menurut Andia, hingga saat ini belum ada laporan mengenai ada tidaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lihat juga Video 'Kebakaran Hebat Melanda Gudang Logistik E-commerce Terbesar di Korsel':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Anton Eks Drummer Sheila On 7 Menikah di Usia 47 Tahun
Selanjutnya: Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 42,6 Triliun hingga Juni 2026
Artikel Terkait
- Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
- Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Tegaskan Tak Memihak China maupun AS Dalam Pengembangan AI
- Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah Masih Jadi Favorit Wisatawan Nusantara
- Hasil SEA V Cup 2026: Kalahkan Vietnam, Timnas Voli Putra Indonesia Lolos ke Final
- Yusril: Kasus Febrie Adriansyah Tak Dibahas Prabowo di Sidang Kabinet
- Ketum KOI Harap Prestasi Anggie Intania Chalik Picu Kebangkitan Tinju Indonesia
- Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
- Terjebak Konflik Antarwarga Saat Berkemah di Sekolah, Siswa SMPN 1 Adonara Timur Dievakuasi
