Trump Tuntut Bayaran Usai Klaim AS Jaga Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan AS akan dibayar untuk menjaga Selat Hormuz. Tuntutan dari Trump itu disampaikan usai ia menyebut militer negaranya mengambil alih jalur perdagangan minyak global tersebut.
"Kami akan menjadi penjaga selat itu," kata Trump dilansir AFP, Senin .
Trump mengatakan penjagaan militer AS di Selat Hormuz kali ini tidak akan cuma-cuma. Dia ingin mendapatkan bayaran dari negara-negara yang melintasi jalur tersebut.
"Kami akan dibayar untuk menjaganya. Jumlahnya besar, tetapi kami hanya ingin mendapatkan penggantian biaya atas semua ini, atas risiko bahaya yang dihadapi orang-orang kami," ujar Trump.
Pernyataan dari Trump itu muncul usai AS dan Iran kembali terlibat saling serang di Selat Hormuz sejak pekan kemarin. Aksi berbalas serangan ini terjadi setelah kedua negara sempat sepakat melakukan gencatan senjata.
Permusuhan selama sepekan terakhir berpusat pada jalur perdagangan energi yang vital, di mana kendali atas jalur tersebut menjadi titik sengketa utama antara Washington dan Teheran.
Dalam wawancaranya dengan Fox News pada hari ini, Trump mengeluhkan taktik negosiator Iran yang menginginkan perubahan terhadap hal-hal yang telah disepakati dalam perundingan selama berjam-jam pada akhir pekan lalu.
"Kami mengambil alih selat itu. Mereka tidak punya apa-apa. Mereka tidak punya apa-apa," kata Trump.
"Kemarin, mereka mengadakan pertemuan selama 11 jam... Dan semuanya sudah disepakati kemarin. Lalu mereka keluar ruangan, menelepon kembali, dan mengatakan bahwa mereka harus melakukan beberapa perubahan," tambahnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pemerintah sedang berbicara dengan para mediator dari Qatar, Pakistan, dan Oman dalam upaya mencegah eskalasi perang.
Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup hari ini, namun AS bersikeras bahwa selat tersebut terbuka bagi lalu lintas maritim dan tidak dikuasai oleh Iran.
Simak Video 'AS Gertak Iran: Kalau Agresif, Bakal Dibalas Kekuatan Luar Biasa':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Gunung Anak Krakatau Mereda tapi Masih Siaga, Erupsi Terakhir 11 Juli 2026
Selanjutnya: Sidang Putusan 2 Terdakwa Culik-Bunuh Kacab Bank Ilham Ditunda 20 Juli
Artikel Terkait
- Sidang Perdana Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Digelar 23 Juli
- OTT Bupati Lombok Barat, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta
- Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti
- Santri Korban Kebakaran Ponpes di Lombok Tengah Mengaku Siap Sekolah Lagi
- Resep Krengsengan Daging Sapi, Masakan Jawa yang Gurih dan Nikmat
- "Mereka Tak Butuh Empati, tapi Keadilan Pendidikan" Kala Sekolah Wilayah 3T Tak Terjamah Negara
- Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi
- Tak Hanya Stasiun Besar, Turis Asing Kini Naik Kereta dari Stasiun Kecil
