Kekeringan Melanda 5 Desa di Dompu NTB, 240 KK Terdampak

Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada awal musim kemarau di pertengahan tahun ini.
Akibatnya, 240 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di lima desa mengalami krisis air bersih, untuk memenuhi kebutuhan hariannya.
"Sementara ada lima desa dengan 240 KK yang terdampak kekeringan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Wan Muhtajun, saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Wan Muhtajun menyebut, 240 KK yang terdampak tersebar di Kecamatan Woja, dengan rincian Desa Baka Jaya 40 KK; Desa Nowa 50 KK; Kelurahan Kandai II 45 KK.
Sementara itu, di Kecamatan Pajo, kekeringan terjadi di Desa Ranggo dengan 40 KK dan Desa Temba Lae dengan 65 KK.
Kekeringan yang dialami ratusan kepala keluarga ini, menurut dia, selain karena debit mata air bawah tanah yang menurun akibat kemarau, juga dipengaruhi macetnya distribusi air dari instalasi perpiaan milik PDAM.
"Untuk wilayah Pajo itu karena menurunnya permukaan air tanah sehingga debitnya berkurang," ungkapnya.
Lebih lanjut, Wan Muhtajun mengatakan, wilayah terdampak masih berisiko bertambah. Bahkan, berpeluang terjadi pada area pertanian warga.
Sedangkan, menurut dia, upaya penanggulangan hanya bisa dilakukan dengan mendistribusikan air bersih secara sporadis kepada kepala keluarga yang terdampak.
"Sudah 2.500 liter yang kita distribusikan. Kami juga mengimbau warga untuk mulai mengatur kebutuhan air menghadapi kemarau ini," kata Wan Muhtajun.
Sebelumnya: Sambut 15 Ribu Pelari, Polda Riau Gelar Gala Dinner Riau Bhayangkara Run 2026
Selanjutnya: TNI Evakuasi Puing Pesawat AMA yang Dibakar di Yahukimo, Jalur Penerbangan Dipulihkan
Artikel Terkait
- Cara Tentukan BBM yang Tepat untuk Motor, Jangan Asal Pilih RON Tinggi
- "Jangan Pernah Mendaki Hanya demi Konten" Ini Tips Aman Naik Gunung agar Pulang Selamat
- Bentangkan Spanduk Falkland Usai Kalahkan Inggris, Argentina Terancam Disanksi FIFA
- Pembunuh ASN Bangkalan Tak Kunjung Ditangkap, Keluarga Akan Beri Polisi Petunjuk Baru
- Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026
- Pasar Kripto Bergerak Datar, Futures jadi Pilihan Alternatif Strategi
- Setelah 18 Tahun, Mikha Tambayong Akhirnya Kolaborasi dengan Rayi Putra
- Banjir 1 Meter Rendam Kota Sinjai, Rumah Jabatan Bupati dan Jalan Utama Tergenang
