Bandara Juanda Direvitalisasi, Siap Tampung Pesawat Super Jumbo Airbus A380

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan merevitalisasi landasan pacu di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, agar mampu menampung pesawat berbadan besar.
Rencana revitalisasi ini telah masuk tahap pembahasan. Tujuan utamanya agar mampu menampung pesawat berbadan besar supaya pelayanan pemberangkatan jemaah haji dan umrah bisa maksimal dan efisien.
“Bandara Juanda akan direvitalisasi, memanfaatkan runway yang sebelah utara,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, di Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Sebagai informasi, Bandara Internasional Juanda memiliki panjang lintasan mencapai 3.000 meter dengan lebar 45 meter, sehingga mampu menampung berbagai jenis pesawat baik Airbus maupun Boeing.
Namun, kapasitasnya akan lebih ditingkatkan. Khususnya landasan pacu yang berada di sisi utara.
“Ditingkatkan supaya pesawat berbadan lebar bisa masuk. Jadi yang utara itu dipelihara dulu dalam rangka memperbaiki runway yang sekarang,” ujar Nyono.
Menurut dia, revitalisasi ini diharapkan bisa menampung pesawat berbadan lebar seperti Airbus A380 dan 777. Pasalnya, tidak semua bandara di Indonesia mampu menampung dua jenis pesawat ini karena membutuhkan infrastruktur yang luar biasa.
Beberapa bandara di Indonesia yang menunjang infrastruktur ini yakni Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Internasional Nusantara.
Misalnya, A380 memiliki karakteristik pesawat penumpang komersial terbesar di dunia (dijuluki Superjumbo) yang memiliki dua dek kabin penuh. Pesawat ini berkarakteristik sangat masif dengan panjang 72,7 meter, lebar sayap 79,8 meter, dan berat mencapai 510-575 ton.
“Diharapkan bisa masuk pesawat berbadan lebar. Ya mudah-mudahan 777 bisa masuk, A380 bisa masuk,” pungkas Nyono.
Peningkatan kapasitas ini tidak hanya akan mengoptimalkan pelayanan pemberangkatan jemaah haji dan umrah tetapi juga menarik banyak penumpang maupun wisatawan ke wilayah Jawa Timur.
Sebelumnya: Sambut HDI 2026, DWP Kemensos Gelar Beauty Class untuk Pegawai Perempuan
Selanjutnya: Pria Nganjuk yang Dikubur di Halaman Rumah Dibunuh Anak Angkat dan Pacarnya
Artikel Terkait
- Perkara Klakson Berujung Konflik Antar-tetangga hingga Digotong Paksa
- Head-to-Head Putri KW vs Akane, Momentum Pecah Telur Seperti Wang Zhi Yi
- Mitos atau Fakta, Smart Key Digesek ke Kepala Bikin Sinyal Kuat Lagi?
- Saham BSI Naik Hampir 10 Persen, Ditopang Sentimen Pasar dan Fundamental
- Pemulihan Bencana, 3 Menteri Bergantian Datangi Tanah Gayo dalam Sepekan
- Kebocoran Gas Diduga Picu Ledakan di Rumah Mewah Medan, Lurah: Di Kompleks Ini Semua Pakai Gas Tanam
- 3.076 Satwa Liar Diamankan, Bakauheni Masih Jadi Jalur Rawan Penyelundupan
- Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3
