Bangkai Paus di Pantai Jembrana Muncul Lagi, Lokasi Penguburan Tergerus Air Pasang

Menurut dia, bau bangkai paus tercium hingga radius sekitar 1,5 kilometer dari lokasi penguburan, bahkan sampai ke Kantor Desa Perancak.
Wijana menjelaskan, bangkai paus sebenarnya masih berada di lokasi penguburan awal.
Namun, air pasang menyebabkan pasir di sekitar kuburan tergerus sehingga tubuh paus kembali muncul.
"Ekornya saja yang masih nyantol di dalam pasir, sedangkan badannya sekitar tujuh meter muncul lagi," ujar Wijana.
Dia mengungkapkan, saat proses penguburan beberapa hari lalu, petugas sempat mengalami kesulitan menggali lubang karena air laut terus keluar dari dalam tanah.
Akibatnya, menurut Wijana, kedalaman lubang kuburan hanya sekitar 2,5 meter.
"Kemungkinan kurang dalam karena lokasinya di pinggir pantai, tempat benturan ombak sehingga air dan pasir bertemu," katanya.
Pemerintah desa bersama pihak terkait berencana mengubur kembali bangkai paus tersebut menggunakan alat berat pada Kamis sore.
Wijana berencana menyarankan lokasi penguburan agar digeser sekitar 50 meter dari titik sebelumnya yang berada di atas tanah milik warga.
"Sore ini rencananya mau dikubur lagi pakai alat berat," ujar Wijana.
Sebelumnya, seekor paus bungkuk sepanjang 7,7 meter terdampar di Pantai Perancak pada Selasa, 14 Juli 2026.
Warga bersama petugas sempat berupaya mengarahkan mamalia laut dilindungi itu kembali ke perairan yang lebih dalam.
Namun, paus kembali terdampar dan akhirnya dinyatakan mati pada sore harinya.
Tim dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI), Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol, serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar kemudian melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian satwa tersebut.
Usai pemeriksaan, bangkai paus dievakuasi menggunakan alat berat dan dikubur di pantai sesuai prosedur penanganan satwa laut yang terdampar dan mati.
Sebelumnya: 21 Motor Parkir di Trotoar ITC Kuningan Diangkut Dishub Jaksel
Selanjutnya: Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
Artikel Terkait
- Pimpinan BGN yang Baru pun Heran Laporan Keuangan Era Dadan Dapat WTP BPK
- Waka BGN Ungkap Prabowo Minta Seluruh Menteri Terkait Bantu Benahi MBG
- Siapa Femas Yani Arianto? Sosok Pemuda Madiun yang Kabur Saat Tur Korea Selatan
- Sinopsis, Daftar Pemain, dan Jadwal Tayang Film Juminten Edan
- Bentrok 2 Desa di Adonara NTT Kembali Terjadi, 2 Orang Tewas
- Pencarian Hari Ke-empat Belum Membuahkan Hasil, 25 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang
- Pelaku Penusukan Acak Beraksi di 5 Lokasi di Tangerang
- Peneror Bom di SDN Jaksel Tak Sangka Ulahnya Bikin Heboh, Kini Menyesal
