Di Balik Gugurnya Serda Hengki, Kakak Kenang Cita-cita Jadi Tentara Sejak SMA

Menurut Hendri, Serda Hengki dikenal keluarga sebagai pribadi yang baik dan santun. Ia juga dikenal taat dalam menjalankan ajaran agama.
"Baik, sopan, soal agama, agamis, taat ibadah," tuturnya.
Mengabdi di Papua selama 15 tahun
Sebelum bertugas di Gupusmu Saradan, Serda Hengki mengabdi di Timika, Papua, selama hampir 15 tahun. Selama menjalankan penugasan tersebut, istri dan keluarganya turut mendampingi.
"Di Timika selama hampir 15 tahun," kenang Hendri.
Selepas dari Timika, Serda Hengki dipindahtugaskan ke Gupusmu, Saradan.
"Tugas di Gupusmu sudah kurang lebih dua tahun," ujar Hendri.
Hengki meninggalkan seorang istri dan dua anak. Anak pertamanya perempuan yang kini duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD), sedangkan anak keduanya laki-laki yang masih menempuh pendidikan TK.
Hendri mengungkapkan, komunikasi terakhir dirinya dengan Serda Hengki dilakukan melalui ponsel. Sementara pertemuan terakhir almarhum dengan ibu kandungnya terjadi tiga hari sebelum peristiwa tersebut.
"(Serda Hengki) terakhir ketemu sama ibu kandung itu ya tiga hari yang lalu, tiga hari sebelum ini," katanya.
Serda Hengki merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Adik bungsunya sejak lahir diangkat sebagai anak oleh kerabat, sehingga tidak lagi berada dalam satu Kartu Keluarga (KK).
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) yang berada di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Akibat insiden tersebut, Serda Hengki Noto Susanto gugur saat bertugas. Sementara enam prajurit lainnya mengalami luka-luka, dan kini tengah menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Sebelumnya: RBR 2026 Sukses Digelar, Kapolda Riau Titip Tanam Pohon Trembesi ke Runners
Selanjutnya: 2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru
Artikel Terkait
- Lightplus Lightperience Picnic 2026, Ruang Interaksi Nyata Bagi Gen Z
- SD Negeri Sepi Peminat, Komisi X DPR Minta Tata Ulang Sebaran Sekolah
- Polisi Kembali Periksa Ketua DPRD TTU Terkait Kasus Intimidasi terhadap Dokter Icha
- Karhutla 5 Hektare di Kubu Raya, Satgas Berjibaku Padamkan Api Dekat Bandara Supadio
- Timnas Argentina di Ambang Sanksi Imbas Kibarkan Spanduk Las Malvinas
- Peringatan Maracanazo, Bencana Sepak Bola Paling Tragis di Piala Dunia
- Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara
- Sumarsih Nilai Kementerian HAM Tak Diperlukan untuk Selesaikan Kasus HAM Berat
