Iran Serang Bahrain, Klaim Hancurkan Pusat AI dan Fasilitas Drone AS

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim, pada Jumat , bahwa serangan mereka telah menghancurkan "pusat kecerdasan buatan utama" dan depot drone milik Amerika Serikat yang ada di Bahrain. IRGC menyebut serangannya itu sebagai pembalasan atas serangan terbaru AS terhadap Iran.
IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu , mengatakan bahwa serangan tersebut dilancarkan setelah militer AS "melakukan kejahatan perang" dengan menyerang sejumlah jembatan di wilayah Iran pada malam sebelumnya, yang "menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil".
Diklaim oleh IRGC bahwa pasukannya telah "menghancurkan depot kendaraan drone AS di Bahrain".
"Banyak di antaranya hangus terbakar," sebut IRGC dalam pernyataannya.
IRGC juga mengklaim pasukannya telah "menghancurkan sepenuhnya pusat kecerdasan buatan utama" di Bahrain. Menurut IRGC dalam pernyataannya, pusat AI tersebut telah digunakan oleh militer AS untuk "membantu pihak musuh dalam pemilihan target guna melakukan kejahatan perang".
Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan bahwa lokasi-lokasi tersebut diserang menggunakan "sejumlah rudal balistik dan puluhan drone".
Lebih lanjut, IRGC melontarkan peringatan terbaru untuk AS, saat kedua negara kembali saling menyerang beberapa waktu terakhir menyusul serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi oleh Iran.
IRGC menegaskan jika AS terus menargetkan jembatan dan infrastruktur transportasi di Iran, maka mereka akan menyerang "aset-aset terpenting di bidang industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan milik perusahaan-perusahaan yang memiliki pemegang saham asal Amerika" di berbagai negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
"Semua negara yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS di kawasan ini merupakan pihak yang terlibat dalam kejahatan perang tersebut," tegas IRGC.
Selain menggempur Bahrain, IRGC juga menargetkan fasilitas militer AS yang ada di negara-negara Teluk lainnya, seperti Kuwait dan Yordania, dalam serangan pembalasan.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis John Field di Kasus Suap Bea Cukai
Selanjutnya: Edarkan Tramadol Berkedok Warung Kelontong, Pria di Kalideres Jakbar Diciduk Polisi
Artikel Terkait
- Penyekap Wanita di Bekasi Ternyata 2 Orang, Pelaku Utama Masih Buron
- Sejarah Candra Naya di Glodok, Pernah Jadi Sekolah hingga Tempat Kuliah
- 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
- 2 Tahun Diteror Tetangga, Satu Keluarga di Depok Awalnya Cuma Tegur soal Musik Keras
- KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis John Field di Kasus Suap Bea Cukai
- Strategi Timnas Voli Putra Indonesia Lawan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
- Irak-Suriah Bangun Lagi Pipa Minyak, Siapkan Jalur Alternatif selain Selat Hormuz
- Anggota DPR Dorong Edukasi Bahaya Ancaman Bom usai Teror di SDN Srengseng Sawah 15
