Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka

Menurut Rifki, Jembatan Pajarakan merupakan urat nadi transportasi krusial yang berada di jalur nasional utama. Jalur ini menghubungkan wilayah strategis mulai dari Surabaya, Probolinggo, hingga Pulau Bali.
Setiap harinya, ribuan kendaraan logistik serta kendaraan pribadi masyarakat melintasi kawasan tersebut.
Sebagai solusi konkret, pihak Kepolisian meminta agar pembongkaran atau perbaikan jembatan ditunda hingga Tol Prosiwangi siap beroperasi.
Keberadaan pintu Tol Kraksaan dinilai menjadi satu-satunya jawaban mutlak untuk mengalihkan arus kendaraan dan memecah penumpukan volume kendaraan saat proyek rehabilitasi berjalan.
"Jembatan Pajarakan itu menghubungkan sejumlah daerah dan merupakan jalur nasional. Karena itu, jika jembatan Pajarakan dibangun, maka tol Prosiwangi khususnya pintu gerbang tol Kraksaan perlu dibuka untuk mengurangi kemacetan parah," tegasnya.
Hingga saat ini, Ali Fikri mengatakan, pihak Kepolisian masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan penanggung jawab proyek jalan tol agar jadwal pengerjaan jembatan dapat disinkronkan dengan kesiapan operasional jalur bebas hambatan tersebut.
Jembatan Pajarakan Probolinggo di ruas jalan nasional KM SBY 119+320 dijadwalkan akan mulai melalui proses rehabilitasi dan pembongkaran total pada awal Agustus 2026.
Langkah perbaikan menyeluruh ini diambil oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN Jatim Bali) setelah struktur jembatan berulang kali mengalami kerusakan, ambles, serta berlubang yang kerap memicu kemacetan parah di jalur pantura.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Pajarakan merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 dengan estimasi waktu sekitar dua setengah bulan.
“Perbaikan Jembatan Pajarakan memang sudah menjadi program Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Insya Allah akan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 selama sekitar dua setengah bulan," ujarnya.
"Karena itu, selain proses pembangunannya, kita juga harus memikirkan mitigasi agar arus lalu lintas tetap bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Sjaiful lagi.
Menurut Sjaiful, Pemkab Probolinggo telah mengusulkan percepatan koordinasi dengan pengelola jalan tol agar ruas Tol Kraksaan dapat difungsikan kembali selama proses rehabilitasi berlangsung.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan Bailey Bridge untuk menjaga akses mobilitas masyarakat.
Sebelumnya: Polda Riau Siapkan Pengamanan Riau Bhayangkara Run, Tekankan Green Policing
Selanjutnya: Jadi Tersangka, Polisi di NTB Bantah Perkosa Mahasiswi, Klaim Hubungan Disepakati
Artikel Terkait
- Rp 715 Miliar Dana Pensiun PNS Malaysia Nyangkut di eFishery, Pengelola Tempuh Segala Cara
- Isu Palestina dan Kekalahan Argentina
- AS Naikkan Tarif Impor Brasil Jadi 25 Persen, Sengketa Dagang Memanas
- WNI Asal Maros Diduga Dibunuh di Armenia, Kemlu Kirim Nota Diplomatik
- Halte Kebon Sirih Ditutup hingga 20 Juli 2026 Imbas Pekerjaan Proyek MRT
- Kontroversi Memorial Perbudakan Philadelphia, Saat Sejarah Kelam Dibungkam
- 10 Contoh Jawaban Upaya Peningkatan Atasi Tantangan Tindak Lanjut di PMM, Guru Wajib Tahu
- Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Rumah dan Lapak di Bekasi Tersendat
