Sambil Menahan Tangis, Istri Kenang Sosok Serda Hengki yang Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi

Ia begitu meresapi saat bercerita mengenai sosok yang selama ini menjadi kepala keluarga, sekaligus tempat bersandar bagi dirinya dan kedua anak mereka.
Bagi Fitria, Serda Hengki bukan hanya seorang prajurit TNI. Ia adalah suami yang bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan keluarga.
"(Serda Hengki) sosok bapak yang baik. Bapak tanggung jawab, kepala keluarga tanggung jawab," ucap Fitria, Jumat (17/7/2026).
Setiap hari, kata Fitria, suaminya berangkat dan pulang bekerja menggunakan motor.
Rumah Serda Hengki bearada di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Sementara tempatnya berdinas yakni di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Puspalad, Jalan Raya Madiun-Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Jarak rumah Serda Hengki dari Gupusmu II Pusat Puspalad kurang lebih 45 kilometer.
"Tiap hari pulang, naik motor motor," ujarnya.
Pagi terakhir bersama Serda Hengki
Pagi itu, Kamis (16/7/2026), Serda Hengki berpesan kepada istrinya untuk seimbang menjalani hidup.
"Ya cuma kalau pesannya bapak ya kalau kerja yang baik-baik, kalau sudah kerja ya kerja, waktunya pulang istirahat. Kalau memang waktunya kerja maksimalkan kerja," lanjutnya.
Pesan itu bukan hanya ditujukan kepada dirinya sebagai seorang bidan, tetapi juga menjadi prinsip hidup yang selalu dipegang Serda Hengki.
"Kalau saya dinasihati ya sama, hati-hati," ucapnya.
Momen terakhir bersama sang suami masih melekat kuat dalam ingatan Fitria. Pagi itu, ia memperhatikan setiap aktivitas Hengki sebelum berangkat dinas.
"Pagi, sebelum berangkat kerja masih tak liatin terus, salat masih tak liatin," tuturnya.
Sebelum Serda Hengki berangkat kerja, dirinya masih menyiapkan sarapan dan mengantar keberangkatan suaminya dengan pandangan mata, hingga motor yang dikendarai Serda Hengki tak lagi terlihat.
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan Serda Hengki Noto Susanto gugur, sementara enam prajurit lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Sebelumnya: Penyekap Wanita di Bekasi Ternyata 2 Orang, Pelaku Utama Masih Buron
Selanjutnya: Sederet Masalah Ponpes Manjung Wonogiri: Dari Overkapasitas, Kasus Bullying hingga Pendiri Tersangka Pelecehan
Artikel Terkait
- Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
- Ketua Komisi III DPR-K Manokwari Apresiasi Polda Papua Barat karena Ungkap PETI di Waserawi
- Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap
- Deretan Rekor yang Dapat Diukir Messi di Final Piala Dunia 2026
- Menko Erlangga: Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Tandai Era Baru Koridor Digital dan Kemitraan RI-Singapura
- Bentangkan Spanduk Falkland Usai Kalahkan Inggris, Argentina Terancam Disanksi FIFA
- Chef Kapal Pesiar Mewah Ungkap 5 Kebiasaan Makan Orang Super Kaya demi Panjang Umur
- Viral, Video Grill Drainase Jalan Pahlawan Semarang Buat Kaget Pengendara, DPU Jelaskan Penyebabnya
