Kesaksian Sopir Truk Korban Tabrakan Beruntun di Tol JORR Arah Tanjung Priok

Seorang sopir truk menceritakan detik-detik kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 54+600 arah Tanjung Priok, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (18/7/2026) siang.
Sopir bernama Jajang itu menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tersebut.
Ia mengatakan, truk yang dikemudikannya menjadi kendaraan pertama yang ditabrak dari belakang oleh sebuah truk kontainer saat kondisi lalu lintas sedang padat.
"Mobil saya tadi ditabrak dari belakang, Pak. Posisinya kan lagi macet nih arah keluar tol, langsung tiba-tiba ditabrak saja dari belakang," kata Jajang saat diwawancarai Kompas TV di lokasi kejadian, dikutip pada Sabtu.
Benturan keras dari belakang membuat truk yang dikemudikan Jajang terdorong hingga menabrak kendaraan lain yang berada di depannya.
Peristiwa tersebut kemudian memicu tabrakan beruntun.
"Langsung beruntun soalnya lagi macet," ujarnya.
Jajang memperkirakan sedikitnya ada enam kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kendaraan apa saja yang berada di depan truknya saat kejadian.
"(Total yang terlibat kecelakaan) ada enam kendaraan," tutur Jajang.
Ia mengatakan, truk kontainer yang menabrak kendaraannya dari belakang diketahui sedang tidak membawa muatan.
Namun, Jajang tidak mengetahui penyebab truk tersebut tiba-tiba menabrak kendaraan di depannya.
"Lagi kosong, tapi saya enggak tahu kenapa bisa nabrak. Pokoknya saya tiba-tiba ditabrak dari belakang," ucapnya.
Akibat kecelakaan itu, Jajang mengalami luka pada bagian tangan dan kaki.
Sementara itu, sopir truk kontainer yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dilaporkan meninggal dunia diduga akibat terjepit di dalam kabin.
"Sopir truk kontainernya meninggal dunia. Diduga terjepit," ujar Jajang.
Sementara itu, Kasat PJR Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Bratamanggala membenarkan kecelakaan tersebut.
Berdasarkan laporan sementara, kecelakaan diduga terjadi karena sopir truk mengalami microsleep.
"Analisa sementara karena microsleep atau mengantuk dan kurang menjaga jarak," ujar Rieki.
Sebelumnya: 3.000 Orang Bakal Ramaikan Merdeka Night Run di IKN
Selanjutnya: Detik-detik Menegangkan Pendeta di Sibolangit Selamat dari Kecelakaan Maut: Puji Tuhan, Kami Ditolong
Artikel Terkait
- Harapan Presiden Prabowo Subianto Usai Luke Vickery Resmi Jadi WNI
- Slamet Ariyadi Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum BM PAN
- Kemenbud-Muhammadiyah Sinergi Manfaatkan Seni Budaya Jadi Media Dakwah
- Tolak Pesangon Dicicil 10 Kali, Korban PHK Massal PT SGS Jombang Dirikan Tenda Protes di Depan Disnaker
- Pigai Dorong Penyelesaian Konflik Adonara Lewat Pendekatan Budaya, Ini Alasannya
- Sudin KPKP Perketat Pengawasan Lapo yang Jual Daging Hewan Penular Rabies
- Pidato Perdana Andy Burnham sebagai PM Inggris: Janji Akhiri Tunawisma
- Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi
